Perbedaan Shared Hosting dan Cloud Hosting

Perbedaan Shared Hosting dan Cloud Hosting

Apa perbedaan shared hosting dan cloud hosting mungkin masih menjadi pertanyaan bagi banyak blogger saat ini. Di Indonesia sendiri, perusahaan yang menyediakan layanan cloud hosting bisa dibilang belum banyak atau belum merata.

Pertimbangan perusahaan tetap mempertahankan layanan shared hosting adalah karena masalah harga, shared hosting atau biasa juga disebut hosting tradisional cenderung lebih murah. Dan cocok bagi blogger pemula, selain bisa disewa dengan bujet yang kecil sekaligus sebagai ajang latihan atau belajar membuat website dengan self hosting.

Diawal-awal menjalankan sebuah blog/website tentu belum bisa menghasilkan pemasukan, oleh karenanya pertimbangan untuk menggunakan layanan shared hosting terasa lebih pas dari pada langsung menyewa layanan cloud hosting.

Namun seiring berjalannya waktu, beberapa perusahaan penyedia layanan telah bisa memberikan harga untuk paket cloud hosting lebih terjangkau dan bahkan bisa menyamai harga yang ditawarkan untuk shared hosting.

Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah apa perbedaan cloud hosting dan shared hosting, serta apa saja kelebihannya sehingga dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir banyak para webmaster yang beralih ke layanan cloud hosting.

Selain ulasan berikut ini, Anda juga bisa menyimak video yang telah dicantumkan dibawah.

Shared Hosting

Pada penyedia jasa layanan web hosting tradisional, website di-hosting-kan pada sebuah mesin server. Hal ini memang murah dan cocok bahkan bagi yang memiliki budget kecil sekalipun. Pada dasarnya siapapun bisa mendapatkan jasa layanan shared hosting dengan biaya bahkan kurang dari $1/bulan di luar sana.

Namun demikian, menggunakan account shared hosting seperti ini berarti sebenarnya berbagi-pakai sumberdaya mesin server yang sama dengan beberapa pengguna account shared hosting yang lain.

Website anda pada dasarnya menggunakan sumberdaya mesin server yang sama dengan yang digunakan oleh website-website lainnya yang di-hosting-kan pada mesin server tersebut, yakni CPU, RAM, kapasitas disk, bandwidth dll.

Mesin-mesin server yang menjalankan account-account shared hosting seperti ini pada umumnya selalu penuh. Jika ada salah satu website yang membebani server tersebut, maka seluruh pengguna server tersebut akan merasakan dampaknya yakni kecepatan loading website yang menurun, kinerja yang buruk atau bahkan kegagalan server secara menyeluruh (server down).

Web hosting tradisional yang mengandalkan sistem server tunggal seperti ini juga mudah sekali untuk mengalami masa kegagalan server (server downtime) yang lebih lama oleh karena perbaikan /kegagalan hardware (motherboard yang rusak, CPU, RAM, harddisk, power supply, dll) yang bisa memakan waktu hingga berjam-jam (ini kalau seandainya sang penyedia jasa layanan hosting tersebut menyediakan stok cadangan untuk perlengkapan server bersangkutan) dan bahkan hingga berhari-hari (jika sang penyedia jasa layanan hosting tidak punya stok cadangan dan terpaksa harus memesan terlebih dahulu kepada vendor).

Cloud Hosting

Pada sistem cloud hosting, website di-hosting-kan pada serangkaian server-server yang saling berhubungan satu sama lain dan berfungsi sebagai satu kesatuan. Sehingga tidak harus bergantung pada satu mesin server saja – jika salah satu mesin server rusak, mesin server lainnya akan segera mengambil alih dengan jeda waktu yang singkat saja sehingga masa kegagalan server (server downtime) menjadi amat minimal.

Website mendapatkan alokasi sumberdaya yang dikhususkan (CPU, RAM dan kapasitas disk) yang tidak dibagi-pakai dengan pengguna lainnya. Apabila sebuah situs mendapatkan jumlah pengunjung yang banyak dan membutuhkan sumberdaya yang lebih lagi, maka bisa dengan mudah melakukan upgrade ke paket hosting yang lebih baik dengan jumlah sumberdaya yang lebih banyak.

Jika salah satu pengguna melebihi batas penggunaan sumberdaya yang sudah dialokasikan untuknya, maka hanya website sang pengguna bersangkutan sajalah yang akan mengalami penurunan performa/tidak bisa di-load. Pengguna-pengguna lainnya beserta website-website lainnya tidak akan terpengaruh sama sekali.

Penggunaan sumberdaya diantara para pengguna di sistem cloud akan menjadi adil dan dibatasi antara satu dengan yang lainnya. Hal ini tentu saja akan mencegah penyalahgunaan penggunaan sumberdaya oleh pengguna itu sendiri atau oleh pengguna yang lain.

Bagaimana, apakah sekarang Anda telah bisa memahami perbedaan shared hosting dan cloud hosting serta kelebihaanya? Apabila masih bingung silahkan saksikan video dibawah ini agar dapat memahami dengan lebih baik.

Salah satu perusahaan penyedia layanan cloud hosting pertama di Indonesia adalah Dewaweb. Untuk lebih jelasnya silahkan simak review di Cloud Hosting Murah Terbaik Indonesia yang telah saya sajikan sebelumnya.

Referensi: Dewaweb